TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
JURNAL REVIEW
PENERAPAN
SISTEM INFORMASI PADA MANAJERIAL
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ‘YPPI’
REMBANG
2012
ABSTRAK
Persaingan bisnis yang meningkat dewasa
ini menuntut perusahaan untuk memanfaatkan kemampuan yang ada semaksimal
mungkin, agar unggul dalam persaingan.
Keunggulan daya saing yang dapat diciptakan oleh perusahaan dapat
dicapai dengan salah satu cara, yaitu meningkatkan kinerja manajerial. Dalam
mencapai tujuan perusahaan diperlukan suatu sistem informasi yang terarah dan
teritegrasi dengan baik. Perencanaan sistem informasi merupakan bagian dari sistem pengendalian
organisasi perlu mendapatkan perhatian, sehingga bisa diharapkan memberikan
kontribusi positif didalam mendukung keberhasilan sistem pengendalian organisasi. Salah satu fungsi dari sistem informasi
adalah menyediakan informasi penting untuk membantu manajer mengendalikan
aktivitasnya, serta mengurangi ketidakpastian lingkungan, sehingga diharapkan dapat
membantu perusahaan ke arah pencapaian tujuan dengan sukses (Anthony et al,
1989; Atkinson et al, 1995). Informasi yang dihasilkan suatu sistem informasi
merupakan sumberdaya bagi organisasi, dimana informasi tersebut dapat mendukung
manajemen dalam pengambilan keputusan.
Kata Kunci : Informasi, Kualitas Informasi, Kinerja
Manajerial
RESUME
Dalam meningkatkan
kinerja maka manajemen perlu memiliki kemampuan untuk melihat dan menggunakan
peluang, mengidentifikasi permasalahan dan menyeleksi serta menerapkan proses
adaptasi dengan tepat. Dalam bisnis yang
meningkat dengan pesat menuntut bagi perusahaan-perusahaan untuk semaksimal
mungkin memanfaatkan kemampuanya agar daya saing dapat diciptakan oleh
perusahaan-perusahaan salah satunya dengan cara meningkatkan kinerja manajerial
karakteristik informasi terhadap kinerja manajerial perusahaan go-publik.
Karakteristik informasi yang dipakai antara lain relevan, reliable,
aggregation,timely, understandable dan verifiable.
Suatu sistem
informasi sangatlah penting bagi suatu perusahaan untuk mencapai suatu tujuan
atau sasaran dalam perusahaan. Kriteria utama dalam suatu informasi berguna
untuk mengambil suatu keputusan, informasi harus mempunyai 2 kualitas utama dan
sifat kualitas sekunder. Kualitas utama meliputi relevans dan realibility.
Kualitas sekunder meliputi comparability dan consistency. Dalam oprasionalisasi
variabel meliputi
sub variabel
; karakteristik relevan, karakteristik informasi reliable atau keandalan, karakteristirk
informasi aggregration/ lengkap dan ringkas, karakteristik informasi timely atau tepat
waktu, karakteristik informasi understand dable atau dapat difahami,
karaketristik informasi verifiable atau dapat diverifikasikan.
Kesimpulannya bahwa kualitas informasi manajemen
dengan karakteristik informasi yang relevan , keandalan lengkap dan ringkas
,tepat waktu, dapat dipahami dan dapat diverifikasikan berpengaruh terhadap
manajerial pada perusahaan, maka itu informasi dapat dikatakan berkualitas. Pengambilan keputusan
yang dilakukan manajer berpengaruh terhadap perencanaan keuangan yang berarti jika pengambilan
keputusan dilakukan dengan baik, maka perencanaan keuangan yang mereka buat
akan baik pula dan penganbilan keputusan yang baik dapat didasarkan pada
informasi yang diperoleh berkualitaas sehingga terlihat pada perencanaan
keuangan yang disusun. Proses pengambilan keputusan yang meliputi identifikasi
, pengembangan dan finalisasi atau seleksi perlu dilakukan dengan didasarkan
pada informasi yang diperoleh sehingga mendukung dalam pelaksanaan tugas
manajer terutama fungsi perencanaan keuangan .
Perkembangan era
menjadikan perkembangan teknologi informasi membawa suatu perubahan signifikan
didalam dunia bisnis. Penggunaan teknologi yang sudah muncul akhir-akhir ini
membuat bermacam-macam teknologi informasi sesuai kegunaannya. Antara lain;
Electronic Data Processing System (EDPS), Data Processing System (DPS),
Decision Support System (DSS), Management Information system (MIS), Executiv Information System (EIS),
Expert System (ES), dan Accounting Information System (AIS). Perkembangan
teknologi informasi juga berdampak pada perkembangan bidang akuntansi manajemen
sebagai bidang penghasil informasi khususnya dibidang perencanaan,
pengendalian, dan pengambilan keputusan manajemen. Pengaruh tersebut dapat
menjadi keuntungan atau kerugian perusahaan.
BAB I
PENDAHULUAN
Pada saat ini informasi dianggap
masyarakat sebagai sesuatu yang penting, khususnya dalam bidang perdagangan.
Bahkan disamping itu informasi saat ini juga bisa diperdagangkan. Hal tersebut
dapat kita lihat bagaimana sumber informasi saat ini mulai merebak dengan
adanya stasiun televisi, surat kabar, bahkan yang terbaru kini internet. Dengan
dipengaruhi kemajuan teknologi yang semakin pesat, sehingga mampu mendorong dan
merubah karakter masyarakat tradisional menjadi masyarakat informasi.
Sejak tahun 1955 dengan
diketemukannya perangkat komputer menunjukan bahwa telah memasuki era
informasi. Pengolahan informasi berbasis komputer saat ini telah banyak
dikenang orang, bahkan sudah terdapat software atau program pengolah data untuk
menghasilkan suatu informasi. Dalam dunia bisnis, pencarian informasi dengan berbasis
komputer sangat banyak ditawarkan yang bertujuan mampu membantu memberikan
kemudahan bagi para akuntan dalam mencari, mengolah informasi yang dapat
dipercaya, tepat waktu, relevan, lengkap, dan teruji. Kemajuan teknologi
informasi juga menjadikan ruang tanpa batas dengan waktu yang singkat dan biaya
yang murah.
Dalam bidang manajemen organisasi sebaiknya lebih cepat
merespon perubahan lingkungan agar organisasi tersebut dapat bertahan dan
meningkatkan kinerjanya, selain itu manajemen harus dapat memahami dengan baik
sistem informasi dalam manajemen (Eliot,1992). Perubahan itu juga terjadi dalam
manajerial
sebagai sistem informasi dalam pengambilan keputusan.
BAB II
KETERKAITAN TEORI
1. Jenis Teknologi
Informasi
Macam
– macam sistem informasi melalui teknologiyang dapat membantu dalam manajerial,
antara lain;
a) EDP
merupakan teknologi informasi komputer untuk memproses data yang berhubungan
dengan transaksi organisasi. Sistem ini digunakan untuk mengolah data yang
sifatnya rutin serta berfungsi dapat menetapkan waktu frekuensi penyajian
laporan.
b) MIS
sistem teknologi komputer untuk level menengah guna pengambilan keputusan yang
berbasis sintem informasi komputer untuk membantu penyediaan informasi bagi
para manajer.
c) DSS
merupakan suatu sistem informasi yang datanya di proses dalam bentuk pembuatan
keputusan bagi pemakai akhir.
d) EIS
salah satu sistem informasi yang berbasis pengetahuan tentang aplikasi khusus
untuk kegiatan sebagai konsultan ahli bagi pemakai akhi. Sedangkan AIS
menyediakan informasi dibidang keuangan maupun non keuangan dalam pengambilan
keputusan.
e) EDI
adalah komunikasi antar komputer yang bertujuan meningkatkan efektivitas dan
mengurangi pekerjaan yang sifatnya klerikal.
2. Pengertian
sistem informasi manajemen
Sistem informasi manajemen adalah
sistem informasi yang memproses input sehingga menghasilkan output untuk
mencapai tujuan khusus manajemen. Proses adalah inti dari sistem informasi
manajemen. Proses dalam aktifitas antara lain; pengumpulan (Collecting), pengukuran (measuring),
penyimpanan (story), analisis (analysis), pelaporan (reporting), pengelolaan (managing).
Sistem informasi akuntasi manajemen
memiliki tiga tujuan utama (1) menyadiakan informasi dalam perhitungan jasa,
produk dan tujuan lain yang diinginkan dalam manajemen. (2) untuk menyediakan
informasi dalam perencanaan, pengendalian, evaluasi dan perbaikan yang
berkesinambungan. (3) untuk menyediakan informasi yang berguna dalam
pengambilan keputusan.
3. Masalah & Akibat Adanya Teknologi Informasi Serta Cara Mengatasinya
Perkembangan teknologi informasi dapat
memberikan dampak positif dan dapat juga menambah masalah baru. Teknologi
informasi menjadikan penyebab adanya penekanan pada suatu organisasi. Masalah
yang timbul akibat perkembangan teknologi informasi sebagai berikut;
a) Dalam
penggunaan teknologi informasi memerlukan biaya yang cukup tinggi.
b) Pengembangan
teknologi informasi tidak hanya menggunakan pengetahuan dan kemampuan dalam
bidang akuntansi saja, hal ini berkaitan dengan masalah information literacy
yang perlu ditingkatkan agar pemanfaatan teknologi informasi dapat
ditingkatkan.
c) Teknologi
informasi yang digunakan harus acceptable, yang artinya dapat diterima semua
orang yang menggunakan. Jika tidak acceptable dapat menimbulkan permasalahan resistance
to change (penolakan terhadap perubahan). Perubahan tersebut beranggapan bahwa
perubahan hanya akan menimbulkan hambatan dan dikarenakan kurangnya pengetahuan
atau ketidakmampuan pengoperasian teknologi informasi yang baru.
d) Kemajuan
teknologi informasi menuntut semakin banyak keahlian bagi pekerja dam
organisasi.
e) Perkembangan
teknologi informasi juga memungkinkan hilangnya kesempatan kerja khusus bagi
karyawan tingkat bawah, dikarenakan teknologi dapat menggantikan kinerja
mereka.
f) Dapat
menimbulkan pemborosan biaya disebabkan untuk pengadaan alat-alat canggih serta
pelatihan peningkatan kualitas dan kemampuan karyawan.
g) Terdapat
pihak yang berangapan kemajuan teknologi membuat malas dan membosankan yang
disebut funcional fixaction (tidak bersedia menerima sesuatu yang baru padahal
hal itu sangat bermanfaat).
h) Semakin
canggih teknologi informasi menimbulkan kejahatan dibidang teknologi.
Untuk mencegah hal yang tidak
diinginkan menurut Gordon para anggota organisasi harus dilibatkan dalam tugas
tertentu agar tercipta kualitas bagi karyawan. Serta dapat memberikan kesadaran
akan manfaat penggunaan teknologi informasi buat jangka panjang. Selanjutnya
Gordon juga mengajukan beberapa hal untuk menanggulangi resistance to change
terhadap implementasi teknologi informasi, antara lain communication
educational programs, evolusional change, employee involment, new policies ana
procedures, staff change, temporary structure, dan steering committee.
Selain itu sebelum pihak manajemen
organisasi mengimplementasikan teknologi informasi yang baru, mereka harus
mempertimbangkan biaya yang akan digunakan dan manfaat yang akan diperoleh
(cost-benefit analysis), jadi manfaat yang diperoleh harus lebih besar daripada
biaya yang dikeluarkan untuk implementasi penggunaan teknologi informasinya
(value of information technology).
BAB III
PEMBAHASAN
1. Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Pada Manajerial
Tekanan persaingan global telah
mengubah lingkungan perekonomian. Perubahan ini terciptanya dibidang akuntansi manajemen.
Faktor perubahan ini dipengaruhi oleh; (1) orientasi kepada pelanggan, (2)
perspektif lintas fungsional, (3) persaingan global, (4) manajemen mutu total (TQM), (5) waktu
sebagai unsur kompetitif, (6) kemajuan dalam teknologi informasi, (7) kemajuan
lingkungan manufaktur, (8) pertumbuhan dan deregulasi industri jasa, (9)
manajemen berdasarkan aktivitas (ABM).
Kemajuan yang signifikan dibidang
teknologi informasi terdapat pada manufaktur yang berkaitan dengan komputer
(computer intregrated manufacture) atau CIM, yang dalam proses produksinya
dikendalikan oleh komputer untur monitoring dan mengendalikan berbagai operasi.
Hasilnya adalah suatu sistem informasi yang secara terpadu mengintegrasikan
data proses produksi dengan pemasaran dan akuntansi. Otomatisasi terjadi guna
meningkatkan kuantitas dan informasi karena manajer memanfaatkan nilai sistem
informasi yang lebih kompleks, untuk itu manajer harus memiliki akses data dari
sistem dan mampu memilah serta menganalisa secara cepat dan efisien.
Beberapa hal yang berpengaruh dengan
adanya increasing requirement, advance information technology, dan just in time
divercity. Perkembangan dan kemajuan manajerial disebabkan oleh beberapa faktor,
antara lain; custumer orientation, total quality management, time as
competitive element, advances in the information technology, advances in the
manufacturing environment, services industry growth, dan global competition. Sistem
informasi
manajemen juga harus dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi, selain itu
adanya kriteria penilaian kinerja perusahaan untuk mencapai tujuan secara
optimal. Kriteria tersebut menyebabkan bidang manajerial untuk dapat
menyajikan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat waktu, lengkap,
teruji dan dapat dipahami dalam rangka pengambilan keputusan manajemen baik
strategik maupun taktis.
SANGGAHAN / REVIEW
Perkembangan dan kemajuan teknologi
merambah pada bidang informasi di segala bidang kehidupan. Salah satunya
perkembangan teknologi informasi dibidang sistem informasi akuntansi manajemen.
Dari segi manfaat dan fungsinya, kami bahwa teknologi informasi sebagai faktor
penunjang yang sangat penting khususnya dalam sistem informasi akuntansi
manajemen dengan memasuki era globalisasi dan pasar bebas saat ini yang
menuntut pelaku bisnis harus tetap bertahan dengan persaingan bisnis yang
ketat.
Dalam pemanfaatan sistem informasi
belum semua organisasi ataupun individu memahami akan manfaat tersebut. Mseki
telah banyak yang mengenal bahkan dapat mengoperasikan teknologi informasi,
tetapi belum selayaknya berfungsi dalam suatu aktivitas bisnis. Untuk itu
peranan sumber daya manusia atau personal dalam pemanfaatan sistem informasi
manajemen akuntansi masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan dan
pengarahan ke arah kemajuan dan pemanfaatan teknologi informasi tersebut.
Menurut saya sim ( sistem
informasi manajemen) yaitu menyediakan informasi penting untuk membantu manajer
mengendalikan aktifitasnya, serta mengurangi ketidak paastian lingkungan,
sehingga diharapkan dapat membatu perusahaan kearah pencapaian tujuan . oleh
karena itu hal-hal yang perlu diperhatikan dalam jurnal tersebut adalah
1) Pemanfatan
informasi yang telah diperoleh manajer harus dilakukan secara terus-menerus
supaya menghasilkan informasi yang berkualitas dan sangat efektif bagi para
pembaca.
2) Manfaat dari informasi adalah mengurangi ketidak
pastian , mendukung keputusan dan mendorong lebih baik dalam hal perencanaan penjadwalan aktifitas kerja
untuk itu bagaimana jurnal informasi tersebut biasa menghasilkan informasi
yangbermanfaat bagi pengambilan keputusan yang dapat meningkatkan kinerjanya.
coba kita bayangkan kalau kualitas informasi tersebut tidak mempunyai kualitas
tinggi maka akan mengakibatkan keputusan yang diambil berpotensi besar menjadi
salah dan akan merugikan perusahaan dengan demikian kinerja manajerial pada
khususnya adalah dapat dikatakan kurang baik.
DAFTAR PUSTAKA
Juniarti dan Evelyne., 2003.,
Hubungan karakteristik informasi yang dihasilkan oleh system informasi
akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial perusahaan, Jurnal akuntansi
dan keuangan., vol 5. No. 2,Nopember 2003 page 110-122.
Hansen,JV and NC.Hill(Desember1989).”Control
and Audit of Electronic Data Interchange”.MIS Quarterly,page:402-403.
Nazaruddin, Ietje, 1998, Pengaruh
Desentralisasi dan Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen terhadap
Kinerja. Manajerial, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol 1, No. 2.
hal. 141-161.
Simamora,Henry(1999).Akuntansi
Manajemen.Jakarta:Salemba Empat.
Sinta Setiana, 2004, Pengaruh
Pemahaman manajer atas karakteristik informasi akuntansi manajemen dan
aplikasinya terhadap kinerja manajerial. Tesis program pascasarjana UNPAD.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar